Waktu yang semakin gegas, ataukah aku yang berlari terlalu kencang?
Wah, sudah hampir Agustus ( lagi )
Bila kau masih di sini, mungkin akan ada banyak kisah yang terurai
lengkap dengan prolog yang tereja satu per satu
penuh jejak indah, tangis, tawa, senyum, juga dongeng-dongeng penghantar tidur
Tapi bukankah jalan itu sudah tak lagi sama?
meski matahari dan langit di atas sana masih sama seperti 16 tahun yang lalu
saat tatapan ramah matamu sanggup menyembuhkan lukaku
dan mampu membawaku terlelap tanpa takut pada gelap
Ah, betapa rindunya aku padamu
Satu kali aku ingin merobek penanggalan
tak ingin ada Agustus di sana
tak ingin kau pergi dari sisiku
ceriaku menguap
senyumku menghilang di antara doa-doa dan luka
dan sejak saat itu
tak pernah ada lagi kisahmu di antara Agustus
Dan hari ini, lihatlah papa, aku telah tumbuh menjadi pohon dengan akar yang kuat
walaupun kau menghilang dan luput dari hari-hariku
meski kali ini kau tak pernah lagi duduk di beranda
bersama-sama mengeja bintang di malam hari
tapi dalam doa, mari kita merevisi kisah yang pernah terlewat di antara Agustus-Agustus lama
dalam waktu yang semakin sibuk
dan hari-hari yang masih terus berlanjut
meski kita tak sempat menuliskan akhir kisahnya bersama-sama.
note : menjelang 16 tahun kepulangan papa....