aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Selasa, 02 Februari 2010

Puisi Untuk Seseorang Yang Jauh

biarkan aku menulis padamu
sebagai seekor ulat di batu
menjejakkan beberapa tetes kesedihan
menunggu matamu menatap walau sebentar

mungkin ketika kau mencoba menggapai angin
aku tetap mendengkur dalam peradaban yang terasing
biar saja.
aku akan selalu merangkai kata-kata
untuk kutulis di sebuah kaca
menjadi sajak paling indah yang memuat namamu

jika nanti aku tak kembali pada senja milik malam
biarkan aku tetap menulis
mengaiskan sisa-sisa masa lalu
walau kini engkau entah dimana
biarkan aku menjadi seekor ulat
mencari alamatmu di bebatuan.


2 komentar:

  1. mengingatkan penantianku pada seseorang yang aku ga tau lagi sekarang dia ada dimana. semoga dia baik-baik aja

    BalasHapus
  2. tapi jangan biarkan penantian menutup hatimu terhadap ketulusan yang ada saat ini... :)
    semangat kawan...

    BalasHapus