aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Tampilkan postingan dengan label KepadaSangPemilikJiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KepadaSangPemilikJiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Februari 2011

Penemuan Cinta

Entah apa yang disampaikan oleh batu dalam diamnya,
daun dalam gugurnya,
atau debu dalam perjalanan panjangnya
ketika aku masih menghitung jejak
yang tak pernah terduga kemana arahnya

Hingga suatu hari,
langit terbentang untuk kubaca
menyesakkan sebuah pemahaman terindah yang pernah kutemukan
bahwa ada takbir dalam diamnya sebuah batu
tasbih dalam gugurnya sehelai daun
dan debu yang senantiasa bertahmid dalam perjalanan panjangnya

Semua itu memberitahuku bahwa cinta sejati itu akan selalu ada
meskipun dalam sesuatu yang terasing
dan saatnya langit meruntuhkan sendi-sendinya
cinta itu selalu abadi
karena ia adalah cinta-Mu
ada pada malam-malam tanpa rembulan
dan tirai-tirai hujan yang menyibak zaman

Meski suatu hari nanti
jiwaku tercabik oleh kerasnya kehidupan
aku akan tetap mencintai-mu
sepanjang penanggalan hidup
sampai habis waktuku
hingga mataku benar-benar terpejam. 

Rabu, 04 Agustus 2010

Selalu Ada Cahaya-Mu

Tuhan
telah banyak riwayat yang akhirnya kutinggalkan
kisah-kisah terurai tanpa ada jeda
dan bait-bait nafasku terkadang terasa melelahkan

aku ingin selalu menjadi seperti angin,
yang bertasbih lewat hembusannya
seperti burung,
tak berhenti memuja-Mu dengan kicauannya
juga seperti matahari yang tak pernah merasa meninggi,
sebab ia tahu
ketika senja tiba, ia harus merendah pada malam

Tuhan
seorang penyair pernah berkata :
" Karena cinta Engkau meletakkan dua malaikat di pundakku ".
Dan Engkau pun berkata, " inilah pengasuh-pengasuhmu yang dengan sayap-sayapnya bisa membawamu terbang ke langit dan sekaligus berpijak di bumi."

sebuah keniscayaan ketika aku mengatakan bahwa hidup ini mempunyai cakar-cakar tajam
yang siap menggoreskan luka dan kepedihan
ya, luka dan kepedihan bukanlah hal yang baru
bahkan air mata dan kehilangan telah menempatkan dirinya sebagai pemeran utama dalam kehidupanku
tapi melebihi semua itu
ada senyum dan tawa yang teramat dalam kuselami kebahagiaannya

yang aku tahu
karena cinta-Mu aku hidup
karena kasih-Mu aku bernafas
karena kemurahan-Mu detik ini aku masih melangkah

Tuhan
dalam bingkai langitmu malam ini
kusyukurkan setiap denyut nadi yang masih berdetak
kulafalkan keindahan asma-asma Mu
dan kutegarkan hati untuk selalu tersenyum
karena aku tahu
selalu ada cahaya-Mu..


Senin, 26 Juli 2010

Kuingat Janji-MU

berpikir tentang hidup
pada hari-hari berkabut
sungguh tak membuatku takut
sebab di tanah yang mulai berlumut
tak pernah aku sendiri,
di bawah matahari
aku hanya ingat sebuah janji
bila aku berjalan menghampiri
KAU akan menjemputku dengan berlari

Sumber Gambar : di sini

Jumat, 08 Januari 2010

Definisi Cinta

Cinta? Siapa yang mampu mendefinisikannya secara tepat? Sebab ketika cinta diungkapkan dengan kata-kata, ia semakin sulit untuk dimengerti. Cinta kemudian menemukan maknanya pada orang-orang yang merasakannya. Bahkan lebih jelas daripada definisi-definisi tentang  cinta yang telah tertuang di atas kertas. Cinta hanya akan meninggalkan jejak dalam hati, tak teraba.

Cinta seperti benih-benih yang jatuh ke bumi, terpendam ke dalam tanah, dan ketika hujan turun lalu dipancarkan cahaya matahari, benih-benih itu akan tumbuh menjadi sebuah tanaman, meninggi, besar, lalu berbunga dan berbuah. Untuk kemudian ia akan siap menjatuhkan benih-benih baru yang kelak akan menjadi tanaman pula.
Hearts Pictures, Images and Photos
Cinta, seperti benih-benih itu, terpendam dalam hati, tidak terusik oleh ada atau tidak ada, sedih atau senang, pertemuan atau perpisahan, karena ia selalu hidup dan memberikan makna kehidupan bagi pemiliknya. Bila cinta sudah memenuhi ruang hati, maka takkan ada tempat lagi bagi selain yang dicintai.

Cinta adalah milik hati. Jika badan hidup karena ruh, maka hati hidup karena cinta. Hati hanya dapat hidup jika di dalamnya ada cinta. Karena tanpanya, manusia akan kehilangan makna hidupnya.

Lalu kemana akan kau labuhkan cintamu? Sementara banyak manusia merasakan kesakitan karena ia mencintai. Banyak manusia dikecewakan karena cintanya. Banyak tangis yang dikucurkan olehnya, banyak luka yang tertoreh karena cinta.

Simaklah sebuah syair ini kawanku,

Dengarlah hikayat seruling bambu
Ia mengeluh dari perpisahan dan perceraian
Ketika mereka memotongku dari asalku
Dari jeritanku, semua pria dan wanita mengeluh
Rasanya kuingin membelah-belah diriku
Akibat perpisahan ini
Sebagai ungkapan rasa rinduku yang mendalam
Segala sesuatu yang terjauh dari asalnya
Akan senantiasa menunggu waktu pulangnya.
Karena semula cinta adalah milik-Nya, maka kepada-Nya lah cinta itu sepantasnya dilabuhkan. Sebab, cinta kepada Tuhan adalah cinta tanpa akhir.