aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Kamis, 04 Agustus 2011

I'll Know Why It Happens To Me One Day

Aku tahu bagaimana semesta menjalankan perannya. Apapun yang kita lakukan, suatu hari nanti akan kembali lagi pada kita. Sesuatu yang entah baik, entah buruk. Bahkan aku percaya, ketika dia kembali, akan lebih banyak kadarnya dibandingkan dengan apa yang pernah kita lakukan.

Hari ini, aku mendapati sesuatu hal yang membuat jantungku seperti ditikam, kembali, sesaat setelah membuka akun facebook milik abangku. Hari ini ada sesuatu yang mendorongku untuk membuka akun facebooknya. Belum lagi semuanya usai, belum lagi aku mampu berdiri setegar sebelumnya. Ujung mata ini sudah ingin kembali menderaskan butir-butir kecilnya. Aku mencoba tetap menengadah dan menghela nafas panjang. Tuhan, aku tak ingin menangis. Tapi sakit sekali rasanya jika itu semua hanya kutelan dalam kebisuan. Apakah aku pernah membuat hidup seseorang menderita, ataukah aku pernah berbuat kesalahan fatal pada hidup seseorang yang membuatnya hancur lebur? Apakah aku pernah datang meminta pada seseorang untuk memaksanya melakukan hal-hal yang tak diinginkannya? Ataukah aku punya kesalahan lainnya? Aku tak pernah berbuat itu semua. Bahkan berniat pun tidak, sama sekali. 

Aku hanya bisa berbincang denganmu, Tuhan. Tak ingin ada orang lain turut menangis bersamaku. Engkau sangat tahu apa yang ada dalam hatiku, bukan? 


Aku tak memahami bagaimana bisa orang lain berbuat sesuatu yang tidak baik kepada seseorang yang bahkan tak pernah menyentuh kehidupannya sebelumnya. Tak pernah berbuat salah padanya. Bagaimana bisa? Aku percaya setiap manusia mempunyai hati nurani. Tapi entah mengapa seseorang yang lemah dan hidupnya penuh perjuangan pun, masih saja ada yang mampu berbuat tidak baik padanya. Sampai saat ini aku masih mempertanyakan hal itu. 

Sulit rasanya menahan air mata ini. Ini bukan tanda kelemahanku, Tuhan, Kau tahu itu. Air mata itu adalah segala rasa sakit yang ditorehkan seseorang. Aku merasa tiba-tiba limbung. Tapi tenang saja, seperti yang Kau tahu, aku pasti akan tetap ceria dalam menjalani hari-hariku. Bagaimana pun keadaanku. 

Aku percaya, Engkau sudah mengatur semesta ini dengan segala perhitunganMu yang tak terbantah. Segalanya selalu berjalan dalam dua arah, kebaikan dan keburukan. Apapun kebaikan yang dilakukan, ia akan kembali seperti bumerang dalam kebaikan yang berlipat. Begitu pun sebaliknya, apapun keburukan yang dilakukan, akan kembali dalam bentuk keburukan yang jauh lebih buruk.

Siapapun dia, aku hanya akan menjatuhkan namanya dalam doa. Karena hanya doa yang tak pernah tersesat. Doa akan langsung menuju padaMu. Hanya padaMu. Terlebih lagi di bulan ramadhan ini. Aku sangat percaya itu.

*Teringatku akan sebuah pesan pendek dari seorang sahabat karibku, "Aku ga tau apa yang lagi kamu alami sekarang De Nill, tapi aku doain supaya kamu bisa melewati ini dengan open heart, open mind :) you'll know why it happens. You'll know why it happens to you one day. Be strong my sister :)".*

2 komentar:

  1. Be strong and keep urself on Allah's track.

    Tetap semangat ya sis.Be strong and keep urself on Allah's track.

    Tetap semangat ya sis.

    BalasHapus