aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Senin, 13 Juni 2011

Titik

Dulu aku adalah titik, kau titik
kita sama-sama menarik sebuah garis memanjang hingga menuju entah
Kali ini, aku ingin kembali menjadi titik, tanpa garis
 tanpa apa-apa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar