aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Jumat, 08 Oktober 2010

Seperti Embun



Seseorang pernah berkata,
"Kita mungkin tidak bisa menghindar saat cinta mengetuk,
tapi kita bisa memilih untuk tidak membukakannya pintu."

Kau tahu?
Seperti sebelum-sebelumnya,
kali ini aku akan membiarkannya mengetuk
tak bukakan pintu
sampai ia pergi mungkin bersama hatinya yang membiru
tak kembali

Biar saja kurengkuh cinta itu 
sendiri..
seperti embun yang terkumpul di kelopak pagi
Hanya milikku ketika dini hari
Sebelum mentari mengambilnya lagi.



* Padamu - Aku di sini hingga senja tinggal separuh - Dengan hati yang juga membiru*

19 komentar:

  1. alangkah damainya...
    jika bisa merengkuh cinta ini sendiri...
    seperti embun yang selalu datang tepat pada waktunya...
    tanpa diminta, ia akan mengetuk dan mencurahkan butir-butir kesejukannya...
    tanpa kau bukakan pintu sekalipun, ia akan tetap menunggumu hingga mentari kembali menguapkannya...
    namun, percayalah...ia kan tetap datang kembali, sama seperti hari ini, dan hari2 kemarin...


    * whuaaa..embun pagiku...:)

    BalasHapus
  2. Kak Diana....Walaupun kelak dia kembali lagi
    Mungkin aku masih akan tetap diam di balik pintu
    Berdoa..
    Semoga dia selalu bahagia :)

    BalasHapus
  3. sebuah doa yg tulus de...semoga nilla jg selalu bahagia yaaa....:)

    sama2 de..makasi jg bwt doanya utk ochie...:)

    BalasHapus
  4. Embun..... cinta..... so cool....


    please open ur heart for me... hehehehehehehe..... ^_^

    BalasHapus
  5. membiarkannya bukan berarti menginginkannya kan? andai dia mau tunggu sampe pintu dibuka gmn? :)

    have a nice day Nila

    BalasHapus
  6. membuka pintu membutuhkan kunci yang penuh ridha, sehingga hati menjadi berbinar memupus warnanya yang kebiruan

    BalasHapus
  7. daLem banget yah, kayaknya ini diputarbaLikan?.

    mengetuk tapi tidak dibukakan
    sudah tertutup namun masih daLam penantian
    sampai akhirnya harus berLaLu sendiri
    bersama keLopak embun pagi

    kasian deh Low, hihihi...

    BalasHapus
  8. tidak bisa menghindar saat cinta mengetuk,
    tapi memilih untuk tidak membukakannya pintu, wah pilihan yg sulit juga ya ,hehe

    BalasHapus
  9. Nilla dear, tulisan2mu selalu bikin sy nahan nafas... :)

    BalasHapus
  10. asyikk
    pintunya mau dibuka^^
    hihii...

    BalasHapus
  11. Kak Diana...Amin..semoga kebahagiaan juga selalu menaungi kakak ya :)


    Kak Ami....Aku padamu kak...hehe...


    Ferdinand....Membiarkan demi kebahagiaannya...
    Andai dia mau menunggu sampai pintu terbuka...tapi ga tau kapan.. :)
    Mungkin dia harus siap untuk sesuatu yang lebih berat sebelum kehidupannya saat ini..


    Mas Pakies....Semoga kunci yang penuh ridho itu mampu membuka pintunya :)


    Om Dek Rame....emmm...mmm..ammm..emmm...hehe..


    angga septian....sulit banget :))


    Mba Aulia....Tulisanku bau ya mba.. :D


    Chika....Buka jendela aja deh... :D

    BalasHapus
  12. kenapa Mbak Dek, Lagi kebeLet yah?. hihihi...

    BalasHapus
  13. Sedih banget ya nuansanya, kenapa kamu tidak membukakan pintu untuk yang mengetuknya ? Sedang kamu membiarkan dia mengetuk pintumu.

    BalasHapus
  14. aku juga suka bgt ama senja
    senja itu hangat
    ketika kita melihatnya, serasa dipeluk olehnya:)

    slm kenal yaa

    BalasHapus
  15. Om Dek....Ga, maaf Om Dek...aku balas komennya sambil makan. Jadi ga jelas gitu.. :p


    Mood....Adakah pilihan yang lebih baik? Membukakan pintu? Tidak semudah itu bila menjadi aku :)


    Maya....Hai...
    Salam kenal kembali Maya ^_^

    BalasHapus
  16. pantesan pada nyembur tuh nasinya, hihihi...
    sambeL jangan banyak2 yah Mbak Dek, kedepesan nih. hihihi...

    BalasHapus
  17. Om Dek....Oke...sambel ga banyak2, aku ganti makan rawit aja.. :D

    BalasHapus
  18. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    BalasHapus
  19. N = Nice Gals

    I = Inspiring

    L = Low Profile

    L = Lover Sharing

    A = Allah Love U

    BalasHapus