aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Senin, 28 Juni 2010

Sore, Menjelang Senja

Hari sore, menjelang senja
beranda rumah mungil bercat dinding hijau
lalu aku bernyanyi sendiri

tanaman lidah buaya
seekor ulat bulu, mencoba mengeja bebayang yang hampir memudar

cuaca masih sedikit lembab
aroma rumput basah terasa begitu manis
hmmm, aku menyukai sore ini
daun berguguran
sisa hujan ini siang
hening.
beberapa ekor ayam berlarian menuju kandang
langit menggelap
suara adzan mulai terdengar, mengalun-alun
indah

note : selalu ada aroma manis dalam sepotong sore 
Smiley

4 komentar:

  1. ketika itu aku menatap dari jendela ini
    menepis rasa rinduku akan kenangan
    seolah kemarin baru terjadi
    semua itu begitu indah di ruang ini

    ketika aku menatap dari jendela ini
    mencoba mengingat aroma nya kembali
    tawa riang dan canda bahagia
    seolah tak mau hilang dari ingatan

    ::Salam Hangat::
    ( sory ga bisa bikin puisi )

    BalasHapus
  2. Mas oOz ga bisa bikin puisi, tapi puisinya bagus :)
    >Salam Persaudaraan Mas<

    BalasHapus
  3. ga sabar jadinya nunggu sore tiap hari :)

    BalasHapus