aku mencintai jingga

saat semesta dinaungi semburat yang mempesona

jingga, semesta menjingga

ketika lamat-lamat suara adzan menghitung detak jantung,

mengukir sebuah kata perpisahan kepada hari

wahai senja..

terimalah aku sebagai kabut

setia menantimu menyambut malam

menundukkan hati dalam-dalam hanya untuk Sang Pemilik Alam

meruntuhkan segala penat dan kesenduan

bersujud hanya untuk satu nama teragung

dan ketika jingga menutup tabir untuk hari ini,

aku ingin pulang di kala senja

kembali pada kisahku yang terukir di langit

hening dan abadi.

Selasa, 09 November 2010

Garuda ( Tak Lagi ) Di Dadaku



Ia memilih untuk menjadi burung-burung kertas dalam kelas membuat origami
Katanya : " Kertas tak punya hati, tak mampu merasakan tangis dan ketidakadilan yang sedang melanda negeriku.
Maka biarkan aku terbang dari dadamu
dan tak lagi merasakan semua kepedihan itu "

24 komentar:

  1. kertas tak punya hati...setelah ia menjadi kertas...meski awalnya ia adalah makhluk hidup bernama pohon...

    menyedihkan..hingga garuda itu lebih memilih meninggalkan kepedihannya..tp..ia akan terus mengingat kepedihan itu, krn sesungguhnya ia tak kan pernah tega meninggalkan semua ini...

    BalasHapus
  2. singkat tapi sarat akan makna, aku sukaaaaa >,<

    BalasHapus
  3. ada dua makna yang pakies tangkap,
    pertama sebuah pemaknaan yang mendalam terhadap kisah kasih diantara dua insan yang belum menemukan sebuah keindahan saling menerima

    kedua adalah kondisi aneka bencana negeri yang melanda negeri ini

    apapun pemahaman pakies, semoga kedepannya ada banyak jalan keluar yang dimudahkan

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum mbak nilla..

    Begitu putus asanyakah sang Garuda sampai-sampai Garuda yang gagah harus menanggalkan semuanya?

    Padahal kita masih membutuhkan kepak sayapnya untuk mengawasi dan mendamaikan negeri ini, kenapa harus berhenti dan pensiun dini???

    Salam kenal n salam ukhuwah
    Tengkyu da follow, kini aku follow balik mbak ya...

    BalasHapus
  5. Salam
    Cepat kembali Garuda ku biar kita bisa bercerita lagi. Jangan berlama2 kau pergi menjauh...

    Salam kawan

    BalasHapus
  6. Garuda, bentangkan sayapmu, kuatkan kami, satu dalam naunganmu...

    BalasHapus
  7. Akankah garuda sudah jenuh dengan kondisi di negeri ini? hanya diam tak dianggap, kalaupun harus terbang mungkin sebuah kewajaran.. :)

    BalasHapus
  8. hmmmm.....
    Om Dek pun memiLiki negeri yang kini sedang di jajah bangsa Lain.
    Om Dek pun memiLiki garuda yang kini sedang terbang tinggi.

    suatu saat akan menjadi burung di daLam sangkar :D

    BalasHapus
  9. ku tunggu garuda itu terbang kembali...........

    BalasHapus
  10. Kak Diana....Iya kak, karena hati Garuda sebenarnya sudah terpaut erat di negerinya. Tak akan bisa ditinggal begitu saja..


    Inge....Tengkyuuuu... :))


    Mas Pakies....Amin YRA untuk apapun makna dan pemahamannya. Trims Mas Pakies ^_^


    Muza Elbanaf....Wa'alaikumsalam.. ^^
    Mungkin garuda memendam kekecewaan yang luar biasa. Tapi pasti dia ga akan sanggup berlama-lama meninggalkan negerinya. Karena seluruh hati dan pikirannya sudah terikat kuat disana :)

    Salam kenal kembali n salam ukhuwah. Trims juga yaaaa...


    DenBagas....Garuda ga akan terbang lama-lama..^_^
    Salam kembali..

    BalasHapus
  11. Mba Aulia....Pasti garuda melakukan itu :)


    Mas Sukadi....Mungkin dia sudah sampai pada titik jenuh. Biarkan ia terbang sebentar untuk kembali lagi :)


    Om Dek....ehm...cuit cuit :P


    Kak Ami....Mari kita sama-sama menunggu kak ^_^

    BalasHapus
  12. Suatu saat semoga Garuda itu kembali ke dadaku ya :)
    Hallo Intanku, smg sehat selalu ya :)

    BalasHapus
  13. uhuyyyy.... susah suit :P

    pagi ini ada kabar gembira, mantab (pake B).
    burung daLam sangkar rupanya sedang meronta ingin mencari kekebasan.

    nanti kita ngupiL yah. :D

    BalasHapus
  14. Mba Winny....Amin..trims mbakku..^^
    Suatu saat Garuda pasti kembali :)


    Om Dek....Siap mendengarkan :D

    BalasHapus
  15. garudanya biarin pergi dr dada, cari lagi burung yg lain...ganti burung elang aja deh..hehe, becanda.com. asal jangan garuda pancasila yg pergi, kl yg satu itu hrs teteup no satu di dada..okay!...tq n ttp semangat...!

    BalasHapus
  16. @nilla...bener de..biar gimanapun jg ia pasti ga akan tega ninggalin gitu aja..

    @om rame...idih..ngajakin koq ngupil bareng sih...hihihi...

    BalasHapus
  17. @ upiL :
    okay, siiip. :D

    @ Winflowers :
    beLum tau artinya "ngupiL" yah Mbak?. itu cuma singkatan aja kok. hahahaha...

    BalasHapus
  18. @Mba Tiwi....Garuda pancasila ga akan pergi mba, dia masih menggantung di dinding,, :D


    @Kak Diana....Iya kak, cuma singkatan aja..hihi


    @Om Dek....siap!!

    BalasHapus
  19. @nilla...ahahaha..ternyata singkatan ya...hihihi..

    @om rame..iya blom tau om singkatannya apaan..hihi

    BalasHapus
  20. @ upiL :
    ih anak keciL suaranya Lantang banget. merdu, kayak suara kaLeng di banting :P

    @ Mbak Diana :
    huahahahaha...
    penasaran yah, nih saya kasih bocorann deh.
    upiL = Nilla Gustian.
    ngupiL = ngobroL sama upiL.

    *hihihihi..., ada yang jutek tuh. kabur ah :D

    BalasHapus
  21. @Kak Diana....Iya kak, saja-saja ada si Om itu.. :D


    @Om Dek....Teruuuuuuuuuuuusssss.. >.<

    BalasHapus
  22. @nilla..hahahaha...ada aja emang tuh si om dekmu itu..hihihi..tp knp km dipanggil upil sm si om dek de?:d

    @om rame..thanks bocorannya ya...hihihi...

    BalasHapus
  23. ampauuuun....
    tatut di gigit :P

    BalasHapus
  24. aditya harnada2 Jan 2011 14.21.00

    bagus ya karya kakak kak ajarin dong adit buat blogspot ohya abak mampir gak ketempat kak nila waktu kejakarta kemarin

    BalasHapus